Alumni AS Hancurkan RI

Derek Manangka

Menakar Kekuatan Washington di Era Krisis (2)

INILAH.COM, Jakarta – Sri Mulyani Indrawati dan Boediono hanya dua dari banyak tokoh yang memberi pengaruh dalam berbagai kebijakan di Indonesia. Mereka menjadikan sistem ekonomi AS sebagai salah satu acuan. Kini, semua jadi bumerang.

Sebenarnya, masih banyak lagi alumni AS di Indonesia yang berpikir sama dengan mereka. Yang pasti, mereka menyebar di semua instansi pemerintah maupun swasta. Mereka inilah yang meracuni cara pikir yang seharusnya objektif tentang AS menjadi subjektif.

Di antara para alumni itu, tanpa mereka sadari, ada yang menjadi promotor aktif agar Indonesia selalu memperhitungkan faktor AS. Peran global AS seakan terus berlanjut sampai dunia kiamat. Sangat sulit menemukan orang elit yang berani berkata mari kita menjauh dari AS. Atau lepaskan kehidupan kita dari bayang-bayang AS. Lanjutkan membaca ‘Alumni AS Hancurkan RI’

Partai Politik, Gangsterisme dan Perjuangan Pancasila

Senin, 15 September 2008 05:36

Ditulis oleh Abraham S. Wilar, Universitas Gadjah Mada

Simone Weil dalam tulisannya ‘Note sur la suppression génerale des partis politiques’ mengatakan bahwa pada dasarnya partai politik adalah totaliter (Weil, 1957 :126-148). Hal itu disebabkan karena 1. partai politik adalah mesin pengelola semangat masyarakat (publik), 2. partai politik memaksakan kehendaknya kepada anggotanya dan mereka yang dekat dengannya, dan 3. partai politik memandang kebaikan tertinggi adalah perkembangan dan pertumbuhan partai. Di pihak lain, Hannah Arendt mengetengahkan diskursus sistim dewan yang dipimpin oleh orang-orang yang terbaik. Orang-orang yang terbaik itu bukan kumpulan orang-orang kaya ataupun orang-orang terhormat, tetapi orang-orang yang memahami makna kemerdekaan publik dan tidak dapat hidup tanpanya (Shanks, 1995 :202). Lanjutkan membaca ‘Partai Politik, Gangsterisme dan Perjuangan Pancasila’

Memahami Pikiran, Perasaan dan Tindakan KORUPTOR

Rasanya;  gejala aneh yang tengah terjadi di tengah masyarakat kita adalah suatu drama nan nyata:

Saat ini sepertinya kita yakin betul bahwa satu-satunya pakaian kita dalam menegakkan “DERAJAT diri kita” ditengah-tengah lingkungan dan masyarakat kita, sangatlah bergantung pada penumpukan Harta yang kita miliki. Kita sudah tak lagi mengenal makna: HARKAT, MARTABAT dan DAROJAT (Derajat) dalam Kehidupan kita.

Koruptor berkata(dalam hati): Manakala Hartaku sudah menggunung, bahkan si Anti-Korupsi pun ternyata akan datang berbondong-bondong untuk merapat sambil menuduk-nunduk…? Mereka bahkan rela ngeluarin umpan (modal kecil) buat gue seperti oleh-oleh: MARTABAK demi MARTABAT gue.

Namun demikiankah sejatinya MARTABAT,?

Paman Gober alias Qorun-qorun (Koruptor) Indonesia, begumam: Jangankan kesadaran, memikirkannya saja, cape dee… Harkat…??? Duuh..!!! berat bangat ya, meraba apa maksut kalimat ini…??

Dimana sih, Tempat beli benda bernama HARKAT ini..????

Lanjutkan membaca ‘Memahami Pikiran, Perasaan dan Tindakan KORUPTOR’

Alumni ITB DITANGKAP KPK

M. Iqbal – Insinyur yang Ahli Koperasi Anggota KPPU Ditangkap KPK

M Husni Nanang

Dikutip dari: KOTI87 SIPIL ITB

M.Iqbal
(inilah.com/Asman)

INILAH.COM, Jakarta – Anggota KPPU Mohammad Iqbal ditangkap tangan KPK karena diduga menerima suap Rp 500 juta. Dikenal sebagai pribadi yang bersih selama ini, Iqbal adalah insinyur teknik yang ahli dalam koperasi.

Siapa dan bagaimana kiprah Mohammad Iqbal selama ini? Berikut profil Ir H Mohammad Iqbal yang dikutip dari situs kppu.go.id, saat diakses pada Selasa (16/9) malam.

Dilahirkan di Jogjakarta 9 November 1955 silam, Iqbal menamatkan pendidikan Sarjana Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Selama menjadi mahasiswa dia dikenal aktif di berbagai organisasi.

Lanjutkan membaca ‘Alumni ITB DITANGKAP KPK’

Curhat di Pom Bensin Rizal Ramli dan Taufiq Kiemas Merasa Senasib Dizalimi SBY

E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Merasa dibungkam pemerintah, Ketua Komite Bangkit Indonesia (KBI) Rizal Ramli terus bergerilya. Setelah mengutus rekan-rekannya di KIB ke Komnas HAM, kini giliran Taufiq Kiemas yang dicurhati di POM bensin.

Namun Rizal membantah pertemuannya hanya sekedar untuk meminta bantuan dari PDIP. Ramli mengaku saling curhat dengan Taufiq soal perkembangan demokrasi di Indonesia.

“Saya rasa tidak, ini justru dalam konteks yang lebih luas, karena dalam PDIP yang merupakan partai besar punya pengaruh di parlemen dan masyarakat,” ujar Rizal usai bertemu Taufiq di POM bensin milik suami Megawati itu di JL Jl Abdullah Syafei, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (19/9/2008). Lanjutkan membaca ‘Curhat di Pom Bensin Rizal Ramli dan Taufiq Kiemas Merasa Senasib Dizalimi SBY’

Pemeriksaan Rizal Ramli Hatta: Tidak Ada Jegal Menjegal

Selasa, 19/08/2008 19:17 WIB

Luhur HertantodetikNews

.

Jakarta – Pemeriksaan polisi terhadap Rizal Ramli murni terkait kasus unjuk rasa yang berakhir rusuh di depan Kampus Unika Atma Jaya beberapa waktu lalu. Sama sekali tidak ada upaya menjegal yang bersangkutan maju dalam Pilpres 2009.

Demikian disampaikan Mensesneg Hatta Rajasa atas pernyataan Rizal Ramli tentang pemeriksaan yang dia jalani di Mabes Polri, Selasa (19/8/2008). “Nggak ada itu jegal menjegal. Saya pastikan tidak ada sama sekali!” tandasnya.

Mensesneg menegaskan tim penyidik Polri memintai keterangan Rizal Ramli sebagai bagian dari upaya penegakan hukum. Di dalam proses itu mutlak ada keterbukaan, dan kejujuran dari semua pihak yang terlibat serta tidak mengaitkannya dengan masalah lain yang sesungguhnya tidak ada kaitannya.

“Persoalan hukum itu biarkanlah jangan kita campuri masalah lain. Jadi ya sudahlah gak usah dikaitkan ke sana ke mari,”  ujar Hatta.(lh/asy)

http://www.detiknews.com/read/2008/08/19/191729/991086/10/hatta-tidak-ada-jegal-menjegal

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!